Pelaksanaan rencana kegiatan Cocoa Day Expo 2013 akan
dilaksanakan di Mall Taman Anggrek, Jakarta pada tanggal 18 – 22
September 2013. Adapun tema dalam acara peringatan Hari Kakao Indonesia
ke-1 yaitu Cokelatku Budayaku Indonesiaku. Pencanangan Peringatan Hari
Kakao Indonesia pada tahun yang lalu didukung sejumlah pemangku
kepentingan di sektor kakao, dari Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan,
Kementerian Perindustrian dan Kementerian lain terkait hingga sejumlah
asosiasi dan peneliti biji kakao serta cokelat. Kegiatan Hari Kakao
Indonesia ini akan diperingati setiap tahun, dengan menggelar pekan
promosi kakao dan cokelat bersama seluruh masyarakat Indonesia.
Menurut data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa volume ekspor
kakao olahan pada Januari-Juli 2012 mencapai 121.000 ton, naik 37,5%
bandingkan periode sama 2011 sebesar 88.000 ton. Industri dalam negeri
dapat meningkatan jatah biji kakao. Tahun 2011, industri pengolahan
mendapat kuota sekitar 207.000 ton. Pada tahun 2012 ditargetkan pasar
domestik diberi jatah untuk menyerap 250.000 ton biji kakao produksi
nasional. Namun, alokasi jatah bahan baku itu tidak setara dengan target
produksi industri pengolahan sebesar 400.000 ton pada 2012. Nilai
ekspor kakao tahun 2010 tercatat US$ 1,6 miliar. produksi biji kakao
Indonesia selama 2012 bisa mencapai sekitar 500.000 ton atau 50.000 ton
lebih banyak dari tahun sebelumnya. Data International Cacao and Coffee Organization
/ ICCO bahwa kebutuhan kakao dunia meningkat sebesar 3,299 juta ton.
Dan data pada saat ini produksi biji kakao hanya 3,288 juta ton.
Komoditi Kakao Indonesia menjadi salah satu komoditi unggulan. Pada
tahun 2006 produksi kakao Indonesia mencapai 435.000 ton, dan Indonesia
termasuk sebagai penghasil kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading,
Ghana di Afrika yang pangsa produksi sebesar 13,23% dari total kakao
dunia.
Perkembangan dan potensi produksi kakao mempunyai arti yang strategis
dan penting karena pasar ekspor biji kakao Indonesia masih sangat
terbuka dan pasar domestik masih belum tergarap. Permasalahan utama yang
dihadapi perkebunan kakao dapat diatasi dengan penerapan fermentasi
pada pengolahan biji pasca panen dan pengembangan produk hilir kakao
berupa serbuk kakao.Diharapkan dimasa mendatang Indonesia dapat
meningkatkan produksi lebih baik lagi terutama untuk pengolahan
produk-produk berbahan baku kakao.
(Berbagai sumber terkait, data diolah
F.Hero13)
http://agribisnis.deptan.go.id/disp_informasi/1/3/60/1730/indonesia_cocoa_day_expo_2013_dalam_rangka_peringatan_hari_kakao_indonesia_ke_1.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar