Cokelat? Hmmm siapa sih yang tidak mengenal cokelat?
Warnanya yang gelap dan rasanya yang aduhai itu membuat hampir semua orang menyukainya kan? Tetapi hati-hati, katanya cokelat bisa bikin gigi kita berlubang lho! Benarkah?
Sebelum tahu jawabannya yuk kita belajar sedikit apa itu cokelat dan kenapa gigi bisa berlubang.
Cokelat sudah dikenal sejak suku bangsa maya dan aztek di negara meksiko, pertama kali cokelat digunakan sebagai minuman, akhirnya lama kelamaan berkembang sebagai permen cokelat yang diberi pemanis karena memang rasa asli coklat adalah pahit.
Cokelat sendiri sebenarnya mengandung 31% lemak, 14% karbohidrat dan juga 9% protein . Selain itu cokelat murni juga mengandung antioksidan yang bisa menghambat proses oksidasi kolesterol jahat dalam tubuh. Antioksidan dalam cokelat ini juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Nah...sebenarnya kulit biji coklat pun bermanfaat lho, yaitu sebagai anti bakteri pada mulut. Lalu kenapa cokelat dituduh sebagai penyebab gigi berlubang?
Gigi bisa berlubang atau mengalami karies karena ada faktor yg mempengaruhinya:
- Makanan, dalam hal ini semua makanan yang mengandung gula, baik dari karbohidrat maupun dari pemanis
- Host/gigi, maksudnya adalah dari kebiasaan manusianya terhadap kebersihan giginya atau kita sebut perilaku individu. Selain itu bentuk gigi itu sendiri juga bisa menjadi penyebab karies, karena pada gigi geraham terdapat cerukan yang menyebabkan makanan dapat tertinggal di gigi jika pembersihannya tidak maksimal
- Bakteri, pada rongga mulut manusia sebenarnya sudah ada bakteri yang jumlahnya masih normal sehingga tidak menyebabkan karies, tapi jika jumlah itu berlebihan maka dia akan sangat berpengaruh pada proses terjadinya karies gigi.
- Waktu, dalam hal ini diperlukan proses dan waktu yang cukup untuk gigi menjadi berlubang .
Jadi gampangnya prosesnya seperti ini, pada saat kita makan terutama makanan mengandung karbohidrat. Otomatis dia akan menempel di gigi, jika kita biarkan sisa yang menempel itu dalam waktu lama, maka akan timbul kondisi asam pada gigi, bakteri sangat senang dengan kondisi asam, dia akan berkembang menjadi lebih banyak dari yang seharusnya, sehingga kondisi akan semakin asam. Asam inilah yang akan merusak email gigi dan bisa berlanjut lebih parah jika kondisi ini dibiarkan. Kerusakan email gigi dan seterusnya inilah yang disebut karies.
Lalu bagaimana nasib cokelat kesayangan kita ini? Permen cokelat sudah bukan cokelat asli yang memiliki berbagai bahan bermanfaat tadi, tetapi sudah ditambah pemanis dan tekstur pelengket. Tentu saja jika terlalu banyak mengkonsumsinya TANPA memperhatikan kebersihan gigi kita setelah memakannya, perilaku ini akan menyebabkan timbulnya karies.
Tapi jangan khawatir, jika kita sanggup menjamin diri kita sendiri dan terutama anak-anak untuk membersihkan gigi setelah mengkonsumsi permen cokelat. Minimal berkumur-kumur air putih, setelah sampai di rumah gosok gigi , maka karies ogah mampir ke gigi kita kan? Intinya jangan biarkan semua sisa makanan yang manis dan lengket tertinggal lama pada gigi, gosok gigi dengan cara yang seharusnya, serta rajin memeriksakan gigi ke dokter gigi, maka kita bisa tersenyum penuh percaya diri tanpa karies di gigi.
Penulis : drg. Dina Affandi
Bertugas di Puskesmas Wajak Kab. Malang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar