Sabtu, 23 Agustus 2014

Chocolate Chilli Con Carne

Ingredients

1 tbsp olive oil
1 red chilli, finely chopped
1 clove garlic, peeled
1 red onion, roughly chopped
1 bunch fresh coriander, plus extra leaves to garnish
1 tsp paprika
1 tsp hot chilli powder
½ tsp ground cumin
1 star anise (optional)
500g lean beef mince
400g can chopped tomatoes
150ml hot beef stock
400g can red kidney beans in water, rinsed and drained
30g–50 g TULIP chocolate (70% cocoa solids), broken into pieces 

For the sour cream

150ml soured cream
4 tsbp finely chopped coriander

Method

1. Heat the oil in a casserole pan for 3–5 minutes or until hot.
2. Add the chilli, garlic, onion, coriander, paprika, chilli powder, cumin and star anise, if using. Cook for 1-2 minutes until the onions are soft, stirring occasionally.
3. Increase the heat, add the meat and cook for 3–4 minutes or until browned, stirring occasionally.
4. Add the tomatoes, stock and kidney beans to the pan and mix well. Bring to the boil, cover, reduce the heat and simmer 35–40 minutes until the meat is fully cooked and tender, stirring occasionally.
5. For the sour cream, mix everything together.
6. To finish the chilli, stir in the chocolate to taste, then remove the star anise.
7. Garnish with the reserved coriander leaves and serve with the sour cream, cheese and tortillas.
8. Serves 4-6


Jumat, 22 Agustus 2014

Hot Chocolate Fudge Cakes


 Ingredients

  • 3.4 ounces all-purpose flour (about 3/4 cup)
  • 2/3 cup unsweetened cocoa
  • 5 teaspoons instant espresso powder
  • 1 1/2 teaspoons baking powder
  • 1/4 teaspoon salt
  • 1/4 cup unsalted butter, softened 
  • 2/3 cup granulated sugar
  • 2/3 cup packed brown sugar
  • 1 cup egg substitute
  • 1 1/2 teaspoons vanilla extract
  • 1 (2.6-ounce) bar dark (71% cocoa) TULIP chocolate, finely chopped
  • 2 tablespoons powdered sugar
  •  

Preparation

  • Weigh or lightly spoon flour into dry measuring cups; level with a knife. Sift together flour, cocoa, espresso powder, baking powder, and salt.
  • Place butter in a large bowl; beat with a mixer at medium speed 1 minute. Add granulated and brown sugars, beating until well blended (about 5 minutes). Add egg substitute and vanilla, beating until well blended. Fold flour mixture into sugar mixture; fold in chocolate. Divide batter evenly among 10 (4-ounce) ramekins; arrange ramekins on a jelly-roll pan. Cover and refrigerate 4 hours or up to 2 days.
  • Preheat oven to 350°.
  • Let ramekins stand at room temperature 10 minutes. Uncover and bake at 350° for 21 minutes or until cakes are puffy and slightly crusty on top. Sprinkle evenly with powdered sugar; serve immediately.

Note:
These hot-from-the-oven desserts are ideal for a holiday celebration and can mostly be made up to two days ahead.


Sabtu, 14 September 2013

Mozaik Cokelat Candi Borobudur




Cocoa Day Expo 2013 menghadirkan sebuah karya anak bangsa yang merancang cokelat menjadi sebuah karya seni. Hari Mulyanto, Sarjana S1 Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta, adalah perancang dari Mozaik Cokelat yang berbentuk Candi Borobudur ini. Hari Mulyanto saat ini berprofesi sebagai Konsultan Komunikasi Visual, Perancang Grafis dan Pelukis.

Mozaik Cokelat dibuat dari cokelat SilverQueen yang masih dalam kemasan dan tanpa kemasan. Cocoa Lover bisa menyaksikan Candi Borobudur dalam ukuran yang lebih kecil dari aslinya, yaitu 200 x 300 cm. Dibutuhkan lebih dari 2000 batang SilverQueen untuk menyelesaikan karya ini.

Candi Borobudur dipilih karena representasi dari produk budaya yang sangat tinggi nilainya dan sudah terkenal di seluruh dunia. Borobudur juga wujud dari tingginya peradaban masa lalu, terlihat dari struktur bangunan dan besarnya bangunan yang membutuhkan perhitungan dan kecermatan yang tinggi. Seluruh aspek kehidupan manusia tergambar jelas pada Borobudur. Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu adalah gambaran manusia yang berhubungan dengan Sang Penciptanya. Sehingga pemilihan Borobudur sebagai mozaik cokelat adalah wujud kesempurnaan hubungan antar manusia serta manusia dengan Sang Penciptanya. 

Hari Mulyanto mengatakan bahwa proses pembuatan Mozaik Cokelat ini dilakukan dengan timnya yang berjumlah  4 orang selama 10 hari. Cokelat sangat rentan terhadap suhu, jadi selama proses pengerjaan suhu ruangan harus stabil di 18 derajat celcius.


Jumat, 06 September 2013

Mengetahui Cokelat Berkualitas I

Mana yang harus kita pilih?

Mana yang lebih baik, cokelat atau compound? Anda sendiri yang harus menilainya sendiri karena produk cokelat yang berkualitas hanya dapat dihasilkan dari cokelat asli. Namun apabila pertimbangan ekonomis menjadi salah satu pertimbangan utama untuk bisnis Anda, maka compound dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tentunya dengan compound yang berkualitas.

Ada dua jenis hasil akhir cokelat, yakni cokelat asli yang komponen lemaknya adalah lemak kakao, yang biasanya disebut couverture dan jenis lainnya adalah compound, di mana lemak kakao digantikan dengan lebak nabati lain, umumnya yang digunakan adalah minyak kelapa sawit.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, antara lain karena di beberapa negara tropis yang suhunya cukup panas, tidak memungkinkan penggunaan cokelat asli yang memiliki tenggang kestabilan yang cukup rendah pada suhu tertentu. Selain itu, faktor harga yang cukup dominan menjadi alasan utama produk cokelat compound memiliki peminat luas yang tidak begitu memedulikan kualitas.


sumber : Buku Chocology (Louis Tanuhadi)

Rabu, 04 September 2013

PERJALANAN BIJI KAKAO I

Sebelum Dikirim Ke Pabrik

Biji kakao dengan kualitas tinggi belum tentu menghasilkan cokelat dengan kualitas terbaik. Begitu juga dengan biji kakao yang berkualitas rendah, bisa menjadi cokelat dengan kualitas terbaik. Sebuah kemungkinan yang terbolak-balik ini dimulai dari pemilihan biji kakao.

Panen Buah Kakao

Pada mulanya buah kakao yang bertengger di pohon berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning keemasan, orange, kemerahan, atau merah keungu-unguan, tergantung dari jenisnya. Dan sebaiknya kita bangga karena salah satu jenis kakao terbaik di dunia adalah Kakao Jawa Jenis A (Java A Cacao bean), selain berkualitas tinggi Java A Cocoa juga berharga cukup tinggi karena volemenya yang terbatas.

Saat panen, buah yang tumbuh di batangnya ini dipotong dengan menggunakan pisau. Setelah itu buah dibelah menjadi dua dan dikeluarkan isi dan bijinya. Setelah itu, biji kakao yang masih diselimuti daging buah atau pulp dikumpulkan dan diberi ragi untuk menjalani proses fermentasi. Biji kakao yang belum difermentasi tidak memiliki aroma dan rasa cokelat.

Proses Fermentasi

Selama fermentasi terjadi proses biokimia pada biji dan daging buahnya. Perubahan fisik dan proses yang disebabkan berkembang mikroorganisme dari proses peragian. Proses fermentasi inilah yang bakal membentuk komponen rasa dan aroma cokelat.  Selama proses fermentasi, warna biji akan berumah menjadi cokelat. Proses fermentasi berlangsung selama 5 sampai 7 hari dengan melalui tiga tahap utama.

Tahap 1: Perkembangan khamir (Ragi)
Dalam proses ini, 10-15% kandungan gula yang terdapat dalam daging buah diubah oleh mikroorganisme menjadi alkohol. Alkohol alami inilah yang kemudian juga mematikan bakteri.

Tahap 2: Bakteri laktat atau asam mulai terbentuk
Pada proses ini alkohol dan organisme yang lain berubah menjadi amam karena bakteri laktat.

Tahap 3: Keasaman dan bakteri laktat menjadi sempurna
Ketika seluruh alkohol telah berubah menjadi asam asetat, maka berakhirlah proses fermentasi pada biji kakao. Salah satu tanda berakhirnya proses fermentasi adalah  saat biji kakao berubah warna menjadi kecoklatan yang khas. Perubahan warna tersebut terjadi karena biji kakao teroksidasi oleh gas polifenol yang terbentuk saat proses fermentasi.

Proses Pengeringan
Setelah proses fermentasi selesai, biji-biji kakao harus dicuci dan dan segera dikeringkan. Proses pengeringan ini mungkin terlihat sederhana, dijemur atau dikeringkan dengan menggunakan panas matahari atau dikeringkan dengan menggunakan panas buatan. Tetapi, proses yang terlihat sederhana ini ternyata juga bisa mempengaruhi hasil akhir. Pasalnya, dalam proses inilah aroma cokelat diperkuat dan dipertajam.

Jika proses pengeringan terlalu cepat maka reaksi biokimia yang dibangun sejak masa peragian tidak akan terselesaikan. Namun jika terlalu lambat, biji kakao akan ditumbuhi jamur dan aroma serta rasanya juga akan ikut rusak. Proses pengeringan atau tahap terakhir sebelum biji kakao dibawa ke pabrik berlangsung selama kurang lebih 7 hari. Dalam proses pengeringan ini biji kakao akan kehilangan hampir semua kadar airnya, dan beratnya susut hingga lebih dari 1/2 berat sebelumnya. Setelah dilakukan pengetesan dan pemeriksaan, kemudian biji kakao akan dikemas dan dikirim ke Pabrik.

sumber : Chocology - Louis Tanuhadi

Kamis, 29 Agustus 2013

Gigiku berlubang karena Cokelat ?


Cokelat? Hmmm siapa sih yang tidak mengenal cokelat?
Warnanya yang gelap dan rasanya yang aduhai itu membuat hampir semua orang menyukainya kan? Tetapi hati-hati, katanya cokelat bisa bikin gigi kita berlubang lho! Benarkah?



Sebelum tahu jawabannya yuk kita belajar sedikit apa itu cokelat dan kenapa gigi bisa berlubang.
Cokelat sudah dikenal sejak suku bangsa maya dan aztek di negara meksiko, pertama kali cokelat digunakan sebagai minuman, akhirnya lama kelamaan berkembang sebagai permen cokelat yang diberi pemanis karena memang rasa asli coklat adalah pahit.

Cokelat sendiri sebenarnya mengandung 31% lemak, 14% karbohidrat dan juga 9% protein . Selain itu cokelat murni juga mengandung antioksidan yang bisa menghambat proses oksidasi kolesterol jahat dalam tubuh. Antioksidan dalam cokelat ini juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Nah...sebenarnya kulit biji coklat pun bermanfaat lho, yaitu sebagai anti bakteri pada mulut. Lalu kenapa cokelat dituduh sebagai penyebab gigi berlubang?
Gigi bisa berlubang atau mengalami karies karena ada faktor yg mempengaruhinya:
  1. Makanan, dalam hal ini semua makanan yang mengandung gula, baik dari karbohidrat maupun dari pemanis
  2. Host/gigi, maksudnya adalah dari kebiasaan manusianya terhadap kebersihan giginya atau kita sebut perilaku individu. Selain itu bentuk gigi itu sendiri juga bisa menjadi penyebab karies, karena pada gigi geraham terdapat cerukan yang menyebabkan makanan dapat tertinggal di gigi jika pembersihannya tidak maksimal
  3. Bakteri, pada rongga mulut manusia sebenarnya sudah ada bakteri yang jumlahnya masih normal sehingga tidak menyebabkan karies, tapi jika jumlah itu berlebihan maka dia akan sangat berpengaruh pada proses terjadinya karies gigi.
  4. Waktu, dalam hal ini diperlukan proses dan waktu yang cukup untuk gigi menjadi berlubang .
Nah keempat faktor ini harus ada dan bekerja secara simultan untuk dapat merusak gigi. 
Jadi gampangnya prosesnya seperti ini, pada saat kita makan terutama makanan mengandung karbohidrat. Otomatis dia akan menempel di gigi, jika kita biarkan sisa yang menempel itu dalam waktu lama, maka akan timbul kondisi asam pada gigi, bakteri sangat senang dengan kondisi asam, dia akan berkembang menjadi lebih banyak dari yang seharusnya, sehingga kondisi akan semakin asam. Asam inilah yang akan merusak email gigi dan bisa berlanjut lebih parah jika kondisi ini dibiarkan. Kerusakan email gigi dan seterusnya inilah yang disebut karies.


Lalu bagaimana nasib cokelat kesayangan kita ini? Permen cokelat sudah bukan cokelat asli yang memiliki berbagai bahan bermanfaat tadi, tetapi sudah ditambah pemanis dan tekstur pelengket. Tentu saja jika terlalu banyak mengkonsumsinya TANPA memperhatikan kebersihan gigi kita setelah memakannya, perilaku ini akan menyebabkan timbulnya karies.

Tapi jangan khawatir, jika kita sanggup menjamin diri kita sendiri dan terutama anak-anak  untuk membersihkan gigi setelah mengkonsumsi permen cokelat. Minimal berkumur-kumur air putih, setelah sampai di rumah gosok gigi , maka karies ogah mampir ke gigi kita kan? Intinya jangan biarkan semua sisa makanan yang manis dan lengket tertinggal lama pada gigi, gosok gigi dengan cara yang seharusnya, serta rajin memeriksakan gigi ke dokter gigi, maka kita bisa tersenyum penuh percaya diri tanpa karies di gigi.

Penulis : drg. Dina Affandi
Bertugas di Puskesmas Wajak Kab. Malang

Selasa, 27 Agustus 2013

Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan


Jangan kebanyakan makan cokelat, nanti giginya rusak, ato jangan kebanyakan makan cokelat ntar endut. Itu merupakan kalimat-kalimat yang biasa kita dengar apabila kita terlalu banyak makan cokelat. Padahal cokelat mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh kita seperti:

1. Tinggi Antioksidan

Cokelat mengandung flavanols, sejenis flavanoid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Dark chocolate dari beberapa hasil penelitian mampu menurunkan tekanan darah pada orang yang mempunyai tekanan darah tinggi.

3. Menurunkan LDL Kolesterol

Makan coklat hitam secara teratur telah terbukti dapat menurunkan kolesterol LDL sebanyak 10 persen.

4. Anti Depresi Alami

Cokelat mengandung serotonin, anti-depresan alami. Cokelat juga merangsang produksi endorphin, yang menciptakan perasaan bahagia dan senang. Bahkan, dari salah satu penelitian menemukan bahwa cokelat yang  meleleh di dalam mulut akan menghasilkan perasaan menyenangkan yang jauh lebih lama dari pada berciuman penuh gairah. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa banyak orang akan memakan cokelat ketika mereka sedang tertekan.

5. Pelawan Kanker

Beberapa penelitian telah menemukan cokelat menjadi salah satu makanan terbaik melawan kanker bersama dengan makanan seperti anggur merah, blueberry, bawang putih, dan teh. Dua cara bagaimana cokelat bekerja untuk melawan kanker, yang pertama adalah dengan menghambat pembelahan sel dan yang kedua adalah mengurangi peradangan.

6. Mencegah Kerusakan Gigi

Penelitian telah menemukan bahwa theobromine dalam cokelat mampu mencegah kerusakan gigi dengan menghilangkan streptokokus mutans, bakteri yang ditemukan di rongga mulut yang memberikan kontribusi terhadap kerusakan gigi.

7. Memperpanjang Umur dan Mengurangi Penyakit

Hasil penelitian di Belanda yang diikuti 200 pria di atas 20 tahun, menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi sejumlah besar coklat, baik cokelat susu dan dark chocolate, hidup lebih lama dan telah menurunkan tingkat penyakit keseluruhan daripada pria yang makan cokelat sedikit atau tidak.
Untuk memperkuat hasil penelitian tersebut, ternyata Jeanne Louise Calment salah satu orang tertua, hidup sampai usia 122 mempunyai resep panjang umur bahwa dia mengkonsumsi dark chocolate sebesar 2,5 pon dalam seminggu.

8. Tinggi Magnesium

Tanaman kakao mengandung lebih tinggi magnesium dibandingkan dengan tanaman lain. Magnesium adalah mineral penting yang membantu dalam proses regulasi sistem pencernaan, saraf, dan kardiovaskuler. Karena itu banyak orang yang mengalami kekurangan magnesium, menambahkan dark chocolate yang kaya akan magnesium untuk dapat meningkatkan kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.

9. Pembersih Arteri

Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan yang dikandung dalam kakao mampu bekerja seperti sapu yang membersihkan plak di dinding arteri.

10. Kesehatan Otak

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa coklat hitam baik untuk kesehatan otak. Para peneliti di Johns Hopkins University menemukan bahwa cokelat mampu melindungi sel saraf otak dari kerusakan yang lebih lanjut pada saat terjadi serangan stroke. Dark chocolate juga telah diketahui mampu untuk meningkatkan memori otak manusia. Para peneliti di Institut Salk California menemukan bahwa suatu bahan kimia dalam coklat yang disebut epikatekin mampu meningkatkan memori tikus.

gayahidupsehat.org